Universitas Darunnajah Kembali Mengadakan Kegiatan Strategis Berupa Review Kurikulum Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi (STI) Yang Bekerja Sama Dengan Transformasi Digital Indonesia

Jakarta, 24 September 2024 – Universitas Darunnajah kembali mengadakan kegiatan strategis berupa review kurikulum Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi (STI) yang bekerja sama dengan Transformasi Digital Indonesia. Acara ini bertujuan untuk meninjau dan memperbarui kurikulum agar lebih relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

Acara yang diselenggarakan pada 24 September 2024 ini dibuka dengan sambutan oleh Wakil Rektor 1 Universitas Darunnajah, Bapak H. Hendro Risbiyantoro, M.S. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menyesuaikan kurikulum dengan tuntutan zaman agar para lulusan siap bersaing di era revolusi industri 5.0 dan transformasi digital.

“Sistem pendidikan tinggi, khususnya di bidang teknologi informasi, harus terus berinovasi agar mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan teknologi terkini,” ujar Bapak Hendro.

Sambutan kedua disampaikan oleh CEO Transformasi Digital Indonesia, Bapak Yulianus, yang menyoroti bagaimana kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri digital sangat penting untuk menciptakan kurikulum yang aplikatif. “Kami di industri sangat berharap bahwa lulusan dari universitas-universitas di Indonesia, termasuk Universitas Darunnajah, dapat memiliki keterampilan yang siap pakai serta mampu berkontribusi dalam transformasi digital yang terus berkembang pesat,” tegas Bapak Yulianus.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan diskusi panel yang melibatkan para akademisi dari Universitas Darunnajah dan praktisi dari Transformasi Digital Indonesia. Diskusi ini membahas berbagai aspek penting, seperti pengembangan keterampilan soft skill dan hard skill yang diperlukan di dunia kerja, integrasi teknologi terkini seperti kecerdasan buatan dan big data ke dalam kurikulum, serta cara meningkatkan kolaborasi antara universitas dan industri.

Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan kurikulum yang lebih inovatif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan dunia industri, khususnya di bidang teknologi informasi dan rekayasa perangkat lunak.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *