Ibadah Shalat merupakan ibadah yang paling utama dalam islam. Ibadah ini termasuk dalam kategori ibadah badaniyah karena ia melibatkan badan atau fisik manusia dalam pengerjaannya.
Shalat bukan hanya sebuah rutinitas keagamaan, tetapi juga momen di mana seorang Muslim menghadapkan diri kepada Allah dengan khusyuk dan khidmat. Berikut adalah dahsyatnya keutamaan shalat.
- Teguh Hati dan Terhindar dari Sifat Bakhil Allah swt akan memberi keteguhan hati bagi orang yang istiqamah dalam menjalankan sholat lima waktu. Keteguhan hati ini diperoleh ketika menghadapi berbagai macam masalah dalam kehidupan, sekaligus akan dihindarkan dari sifat pelit. Allah swt berfirman; Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah. DAn apabila ia mendapat kebaikan, ia amat kikir. KEcuali orang-orang yang mengerjakan sholat terus menerus.” (QS Al-Ma’arij: 19-23).
- Menghapus Dosa-dosa Kecil Dengan mengerjakan sholat lima waktu maka dosa-dosa kecil seorang muslim akan terhapus. Nabi Muhammad mengibaratkan sholat sebagai sungai yang terdapat di depan rumah seorang muslim. Jika ia mandi di sungai tersebut sehari sebanyak lima kali, maka segala kotoran yang melekat di badannya akna hilang.
- Menyucikan Diri dari Sifat-sifat Buruk, Imam Al-Shawi menuturkan, sholat yang dapat mencegah pelakunya dari berbuat jahat dan keji ialah sholat yang dikerjakan secara khusyuk dan selalu mengingat Allah. Sementara itu, bila sholat yang dikerjakan hanya sekadar formalitas, bermalas-malasan dan tidak khusyuk, maka manfaat dan hikmahnya tidak akan diperoleh,Allah swt berfirman dalam surah Al Ankabut ayat 45: Artinya: “Bacalah Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Shalat pada hakikatnya merupakan sebuah komunikasi dua arah antara hamba dan tuhannya. Hal tersebut tergambarkan dari dialog-dialog yang dilantunkan ketika shalat. Meskipun secara lahiriah yang dirasakan oleh orang yang melaksanakan shalat adalah intra persona, artinya ia berbicara dengan dirinya sendiri. Maka dari itu komunikasi yang terjalin antara hamba dan tuhannya ketika pelaksanaan shalat merupakan komunikasi transidental.
Selain perintah shalat yang dianjurkan, ternyata sahalat memiliki banyak keutamaan. Sa’id bin Ali bin Wahaf al Qahthani menyebutkan beberapa keutamaan shalat berjamaah dalam panduan shalat lengkapnya. Yaitu sebagai berikut:
- Pahala Shalat jamaah dua puluh tujuh kalilipat dari shalat sendirian.
- Dengan shalat jamaah, akan melindungi pelakunya dari setan.
- Kebebasan dari api neraka dan kemunafikan bagi barang siapa yang melaksanakan shalat berjamaaah selama empat puluh hari tanpa bolong.
- Barang sipa shlat subuh berjamaah, dia berada dalam jaminan dan perlindungan Allah swt sampai waktu sore.
- Paling besarnya pahala shalat adalah shalat isya’ dan subuh secara berjamaan.
Sebagai seorang muslim, hendaknya meneggakkan nilai-nilai keagamaan yang tercantum dalam rukun Islam, sakah satunya adalah shalat. Shalat memiliki peran sentral nomer dua setelah syahadad.
Hal tersebut menandakan bahwa shalat memiliki andil sangat besar dalam perjalanan seorang manusia dalam menegakkan agamanaya.

