Perkuat Ekosistem AI Nasional, Dosen Fakultas Sains dan Teknologi Hadiri Rapat Umum Anggota (RUA) KORIKA 2026 di BRIN bersama Pemangku Kepentingan Global

Jakarta, 30 April 2026 — Komitmen dalam memperkuat ekosistem kecerdasan artifisial (AI) nasional kembali ditunjukkan melalui penyelenggaraan Rapat Umum Anggota (RUA) KORIKA yang digelar di BRIN kawasan Gatot Subroto, Jakarta.

Pada kesempatan tersebut, Tutik Lestari, S.Si., M.Kom., CDA, dosen Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi Fakultas Sains dan Teknologi, turut hadir mewakili institusi dalam forum strategis yang mempertemukan para pemangku kepentingan lintas sektor, baik nasional maupun internasional.

RUA secara resmi dibuka oleh Ketua Umum KORIKA, Prof. Ir. Hammam Riza,M. Eng., Ph.D., IPU, yang menegaskan bahwa KORIKA memiliki peran sentral sebagai wadah kolaborasi pengembangan AI di Indonesia. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi model Multi Helix yang melibatkan unsur akademisi, industri, pemerintah, komunitas, dan media untuk mendorong pembangunan ekosistem AI yang inklusif, adaptif, dan berdaulat.

Agenda utama RUA mencakup pengesahan struktur kepengurusan terbaru, penetapan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta perumusan program kerja strategis KORIKA ke depan. Forum ini juga menjadi ruang diskusi internasional yang mempertemukan berbagai perspektif dan praktik terbaik dalam pengembangan AI.

Perwakilan dari berbagai sektor turut ambil bagian, di antaranya akademisi dari perguruan tinggi terkemuka seperti ITB, ITS, dan UI, serta mitra universitas dari Uni Emirat Arab, Paris, dan Belanda. Dari sektor industri, hadir pelaku BUMN, BNPB, startup dan perusahaan teknologi global yang membahas peluang investasi serta hilirisasi inovasi AI.

Sementara itu, unsur pemerintah diwakili oleh kementerian dan lembaga strategis, termasuk Kementerian Komunikasi dan Digital, BRIN, serta Kementerian Perindustrian, yang memaparkan arah kebijakan dan regulasi AI nasional. Kehadiran perwakilan lembaga internasional setingkat UNESCO turut memperkaya perspektif global dalam forum ini.

Komunitas dan asosiasi profesi, seperti Indonesia Blockchain Society serta perwakilan dari sektor perpajakan dan kepabeanan, menyoroti pentingnya literasi, etika, dan tata kelola AI yang bertanggung jawab di tengah masyarakat. Dukungan media nasional dan internasional juga menjadi bagian penting dalam memastikan penyebaran informasi AI yang edukatif dan berimbang.

Dalam sesi diskusi, Tutik Lestari menyampaikan bahwa forum ini memberikan wawasan mendalam terkait tren global AI, tantangan dalam pengelolaan data, serta pentingnya kolaborasi lintas negara. Ia juga menilai bahwa keterlibatan mitra internasional membuka peluang konkret, mulai dari riset bersama (joint research), pertukaran talenta, hingga pengembangan standar AI yang selaras dengan nilai-nilai kebangsaan.

RUA KORIKA 2026 ditutup dengan kesepakatan bersama untuk memperkuat peran KORIKA sebagai pusat kolaborasi AI nasional. Partisipasi dalam forum ini tidak hanya menjadi representasi institusi, tetapi juga bagian dari kontribusi nyata dalam membangun masa depan AI Indonesia yang kolaboratif, berdaya saing, dan berdampak luas.

Semangat kolaborasi yang tercermin dalam forum ini menegaskan bahwa transformasi digital bukanlah upaya individual, melainkan gerakan kolektif yang membutuhkan keterlibatan semua pihak, dari tingkat lokal hingga global.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *