Dosen Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi Universitas Darunnajah Ikuti FGD Nasional AI Middle Way di Perpustakaan Habibie & Ainun

Jakarta – Dosen Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi (STI), Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Darunnajah, Tutik Lestari, S.Si., M.Kom., CDA, turut berpartisipasi dalam Focus Group Discussion (FGD) Nasional AI Middle Way yang diselenggarakan di Perpustakaan Habibie & Ainun, Jakarta. Kegiatan ini mempertemukan para akademisi, peneliti, pemerintah, industri, dan komunitas kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) untuk mendiskusikan arah pengembangan AI Indonesia yang beretika, inklusif, dan berdaulat.

 FGD Nasional AI Middle Way menjadi forum strategis dalam merumuskan pendekatan khas Indonesia terhadap tata kelola kecerdasan artifisial. Konsep AI Middle Way mengedepankan keseimbangan antara inovasi teknologi, perlindungan hak masyarakat, nilai-nilai kemanusiaan, serta kepentingan pembangunan nasional. Pendekatan ini diharapkan mampu menjadikan Indonesia sebagai negara yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi AI, tetapi juga berperan aktif dalam membangun ekosistem AI yang bertanggung jawab.

Dalam diskusi tersebut, para peserta membahas berbagai isu strategis, mulai dari tata kelola AI, keamanan dan etika penggunaan AI, pengembangan talenta digital, pemanfaatan AI untuk sektor pendidikan, kesehatan, industri, hingga pelayanan publik. Selain itu, forum juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dalam mempercepat transformasi digital nasional.

Sebagai dosen Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi Universitas Darunnajah, Tutik Lestari menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam forum nasional ini merupakan bagian dari komitmen akademisi untuk terus mengikuti perkembangan teknologi terkini sekaligus berkontribusi dalam penyusunan arah kebijakan AI di Indonesia.

“AI tidak hanya berbicara tentang kecanggihan teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi etika, nilai kemanusiaan, serta kepentingan bangsa. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif sekaligus menghasilkan riset yang mendukung pengembangan AI yang bertanggung jawab,” ungkap Tutik Lestari.

Partisipasi dosen Universitas Darunnajah dalam FGD Nasional AI Middle Way juga sejalan dengan visi Fakultas Sains dan Teknologi untuk memperkuat budaya riset, inovasi, dan kolaborasi nasional di bidang kecerdasan artifisial. Melalui berbagai kegiatan ilmiah dan kemitraan strategis, Universitas Darunnajah terus mendorong sivitas akademika agar aktif berkontribusi dalam pengembangan teknologi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Ke depan, hasil-hasil diskusi dalam FGD ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi penyusunan kebijakan nasional terkait AI sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik, industri, dan pemerintah dalam membangun ekosistem kecerdasan artifisial yang aman, inklusif, inovatif, dan berdaya saing global.

Keikutsertaan dosen Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi Universitas Darunnajah pada forum nasional ini sekaligus menegaskan komitmen universitas dalam mendukung transformasi digital Indonesia melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat berbasis teknologi kecerdasan artifisial.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *